Hallo sobat peneliti muda, bagaimana kondisi sobat sekalian hari ini? Saya yakin semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan selalu bersemangat dalam belajar. Melanjutkan postingan sebelumnya, peneliti akan mulai membahas hal-hal mendasar dalam penelitian degan lebih mendalam. Untuk kesempatan kali ini, penulis akan mulai dengan identifikasi masalah berdasarkan fenomena dan konteks sosial yang terjadi di sekitar sobat peneliti sekalian.
Untuk memulainya mari coba kita amati video dan lirik lagu 'Baby Shark' yang sangat fenomenal berikut ini.
Setelah mengamati video tersebut, fenomena apa yang kiranya bisa ditangkap oleh sobat peneliti sekalian? Mungkin sebagian dari sobat peneliti menangkap fenomena bahwa lagu ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar bahasa inggris bagi anak-anak. Atau beberapa mungkin fokus mengamati ikon shark yang sebagai representasi keluarga dalam suatu kebudayaan. Terdapat pula kemungkinan sobat peneliti yang berpikir untuk menggunakan video ini sebagai treatment dan melihat efektifitasnya dalam pembelajaran. Bahkan mungkin ada yang mengarahkannya pada sebuah ide untuk mengembangkan media serupa dan disesuaikan dengan konteks kebutuhan siswa.
Ada banyak sekali fokus yang bisa sobat peneliti ambil dari sebuah fenomena untuk dijadikan dasar dalam penentuan masalah penelitian. Pertanyaan berikutnya adalah apakah masalah tersebut merupakan sesuatu yang signifikan untuk dijawab atau diselesaikan? Jika kita mengambil contoh video baby shark tersebut, dimana video tersebut memiliki 4.034.925.000 viewers di tahun 2019, dan masuk dalam peringkat 32 sebagai video yang paling sering ditonton di YouTube, maka menjadikan video tersebut sebagai sebuah fenomena bisa dikatakan sebuah keputusan yang tepat.
Berikutnya adalah menentukan perspektif filosofis (ontologi, epistimologi, dan aksiologi) dalam penelitian yang akan sobat peneliti lakukan. Mungkin beberapa sobat peneliti dapat berbagi masalah apa yang ingin sobat peneliti fokuskan dan bagaimana landasan filosofisnya pada kolom komentar?
Mari berdiskusi lebih lanjut...
Semoga bermanfaat.

Bagus ini Mbak Surya...kebetulan saya juga meneliti tentang makna simbolik dalam lagu dolanan anak; Dari penelitian ini selanjutnya lahir penelitian kedua saya gunakan lagu dolanan anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jawa anak melalui quantum learning. Lagu anak-anak dapat membantu membuat suasana belajar yang menyenangkan selaras dengan dunia anak.
ReplyDeleteMenarik sekali, Bu. Lagu memang tidak ada matinya untuk dijadikan sarana belajar. Lebih menarik lagi saat ibu mengaitkannya dengan quantum learning. Tak sabar membaca penelitian, Ibu ^^
DeleteOh iya, dari 2 penelitian Ibu yang telah disebutkan, kira-kira apakah secara ontologi, epistimologi, dan aksiologi telah jelas, Bu? Mungkin bisa share sedikiti disini untuk kita belajar bersama.
DeleteSebelum ini lagu 'baby shark' banyak dinyanyjkan bukan saja di kelas, namun di lingkungan rumah juga. Saya tertarik dengan sudut pandang lagu yang familiar ini bisa digunakan sebagai sarana mengajarkan topik 'family' kepada anak. Di beberapa versi, lagu baby shark juga ada di ilustrasikan dengan gerakan 5 jari tangan yang berbeda lengkap dengan perbedaan warna yanh ditampilkan. Sepertinya nya satu lagu ini juga jika di elaborasi bisa mengajarkan lingkup topik yang beragam. Satu kata: menarik. Trims sharing nya mbak...
ReplyDeleteBenar sekali, Mb. Dan ada fakta lebih menarik sebenarnya di balik lagu ini. Lagu ini sebenarnya adalah mengenai keganasan Shark (yang meskipun masih bayi)sebagai hewan pemangsa. Namun seperti Rhymes anak-anak kebanyakan, creator lagu ini mampu mengubahnya menjadi sebuah lagu yang justru dapat mengantarkan suatu topik pembelajaran bagi siswa.
Delete