Semangat pagi para peneliti muda. Saya yakin semua tetap dalam kondisi prima untuk terus berkarya. Melanjutkan postingan minggu lalu mengenai Social Context dan Phenomenon, kali ini penulis akan membahas mengenai philosopical perspective sebelum memulai sebuah penelitian. Sebelumnya, mungkin sobat peneliti dapat menonton video berikut.
Sebagai seorang peneliti, penulis telah menghadapi kebingungan besar dalam memahami landasan filosofis penelitian. Sumber bacaan yang berlimpah yang tersedia sering kali menambah kebingungan peneliti mengenai fondasi filosofis penelitian saya. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa menemukan satu definisi umum dari istilah filosofis cukup sulit. Suatu istilah didefinisikan secara berbeda dalam disiplin yang berbeda dan juga berbeda dalam konteks yang berbeda dalam disiplin yang sama. Ini membuat kehidupan para peneliti awal bahkan menjadi lebih sulit.
Namun hal tersebut bukan berarti bahwa kita dapat mengesampingkan untuk berpikir mengenai landasan filosofis dari penelitian yang akan kita lakukan. Kurangnya pengetahuan dan kebingungan tentang epistemologi, ontologi, aksiologi, dan metode membuat para peneliti pemula selalu menemukan satu sumber atau yang lain untuk memahami konsep-konsep ini dengan jelas. Secara umum, para peneliti pemula kurang memperhatikan tentang pentingnya istilah-istilah ini dalam proses penelitian dan kurangnya pemahaman tersebut akan mempengaruhi jenis penelitian yang mereka lakukan.
Untuk itu, mari kita kembali bertanya pada diri masing-masing apakah landasan ontologi, epistimologi, dan aksiologi penelitian kita telah jelas? Lalu selanjutnya, paradigma penelitian apa yang sesuai dengan landasan tersebut?
Semoga postingan ini dapat bermanfaat. Semangat berkarya para peneliti muda ^^

Terimakasih informasinya sangat membantu menentukan landasan filosofis dalam penelitian
ReplyDeleteSemoga bermanfaat, Bu
Delete